Mahasiswa Jepang Serius Belajar Budaya Jawa

Pada hari Rabu, 28 Februari 2018 Tembi Rumah Budaya kedatangang serombongan tamu mahasiswa dari Jepang yang sedang melakukan multicultural study di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Rombongan yang terdiri dari 14 orang ini melakukan wisata budaya di Tembi dengan mengambil paket belajar membatik, menari, dan karawitan. Bagi mereka paket-paket itu merupakan bagian dari studi mereka tentang kebudayaan lain di luar diri mereka di mana mereka bisa mengalami langsung, mempraktekkannya serta berinteraksi langsung dengan sumber terkait.

Oleh karena itu, tidak aneh jika mereka mempelajarinya dengan serius. Bukan sekadar sebagai sesuatu yang menyenangkan belaka. Lebih dari itu. Mereka inging mengenal, mengerti, dan menguasai serta “masuk” ke dalamnya.

Kaho, salah satu mahasiswi yang berasal dari Osaka, mengaku kesulitan belajar gamelan. Ia memainkan instrumen kempul dan gong. “It’s difficult, verry difficult,” katanya. Padahal sesungguhnya ia dapat dengan cepat menguasai instrumen itu. Sekalipun ia berkata seperti itu, namun ia merasa sangat senang dapat belajar karawitan di Tembi. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih.

Bahasa diplomatik antara dua negara atau antargenerasi dua negara menjadi demikian cair jika dilakukan dalam bingkai budaya. Studi-studi multikultural menjadi sarana dan kunci utama untuk memahami berbagai perbedaan antarbangsa dan negara dimana hal demikian tidak dapat dilakukan pada ranah hubungan diplomasi politik yang cenderung kaku dan formal.

Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×