Mata Air Hujan Buku Puisi Karya 50 Penyair

Mata Air Hujan Buku Puisi Karya 50 Penyair

Ini buku ketiga, seri sastra tembi.net, yang diterbitkan setiap tahun pada bulan Mei. Mestinya, Jumat 8 Mei 2020, buku ini diluncurkan di Sastra Bulan Purnama, tetapi karena kondisi sedang tidak memungkinkan para penyair untuk bertemu dan berkumpul, maka penerbitannya ditunda. Namun peluncurannya dialihkan versi digital.

Puisi yang ada di dalam buku berjudul ‘Mata Air Hujan di Bulan Purnama’ ini, sebelum dibukukan sudah ditayang di rubrik sastra tembi.net, setiap hari Jumat. Setiap penyair mengirim lebih dari 5 puisi, dan akan dipilih 4-5 puisi untuk ditayang. Setiap minggu diambil satu penyair untuk ditampilkan di rubrik sastra tembi.net.

Edisi ke-3 kali ini ada 50 penyair, dari kota berbeda, dan masing-masing 5 puisinya ditayang. Hanya ada satu atau dua penyair, 4 puisinya ditayang. Usia mereka beragam, ada yang berumur 20-an tahun sampai penyair yang usianya di atas 60 tahun. Meraka berasal dari Medan, Riau, Jakarta, Bandung, Semarang, Mojokerto, Sidoarjo, Banyumas, Cilacap, Sragen, Temanggung, Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Puisi yang dimuat dalam buku ini diambil dari sastra tembi.net, yang ditayang mulai Mei 2019 sampai April 2020. Dalam rentang satu tahun, ada sekitar 250 puisi yang sudah ditayang. Jadi, kalau buku ini masuk edisi 3 seri sastra tembi.net, artinaya sudah lebih dari 500 pusi, yang sudah ditayang dan dibukukan. Karena pada periode pertama hanya menampilkan 31 penyair dari berbagai kota.

Setiap minggu ada banyak puisi yang masuk, dan masing-masing pengirim akan diseleksi supaya bisa ‘lolos’ di tembi.net. Seringkali, penyair mengirim puisi-puisi lama, yang ditulis pertengahan tahun 2000, atau malah ada puisi yang ditulis tahun 1990-an. Ada juga, puisinya yang tidak diberi tanda angka tahun. Terhadap pengiriman puisi seperti ini, acapkali kita abaikan.

Seringkali sudah diumumkan, bahwa puisi ditulis tahun 2018, atau 2019, lebih bagus puisi baru yang ditulis sesudah tahun 2019. Disertakan juga foto dalam format jpg. Namun banyak yang mengabaikan informasi tersebut, sehingga kiriman puisi diabaikan. Atau juga, ada yang hanya sekali mengirim, dan belum sempat lolos, sudah tidak lagi mengirim. Padahal,  penyair harus memiliki kesabaran kapan mengirimkan puisi dan belum lolos, perlu mengirim lagi, dan mengirim lagi.

Untuk bulan April 2020, puisi yang biasa ditayang di tembi.net dialihkan ke tembirumahbudaya.com, karena tembi.net sedang ada perbaikan, dan nantinya puisi akan kembali ditayang di rubrik sastra tembi.net.

Acapkali, para penyair yang sudah pernah mengirim dan masuk dalam buku puisi yang diterbitkan, bertanya: apakah masih boleh mengirim? Tentu saja boleh, dan belum tentu juga bisa dipilih, namun ada juga yang puisinya kembali masuk. Karena memang puisinya baik dan perlu ditayang.

Yang menyenangkan, ada banyak penyair muda yang mengirim puisi, baik perempuan penyair arau penyair pria. Mereka datang dari kota berbeda, dan kebanyakan dari Madura. Rupanya, di Madura ada banyak anak muda yang suka akan sastra, dan tidak hanya membaca, tetapi juga menulis karya sastra, dalam hal ini puisi.

Mata Air Hujan Buku Puisi Karya 50 Penyair

Mata Air Hujan Buku Puisi Karya 50 Penyair

Category
Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×