Khanafi

Puisi Khanafi

Ritus Diri II

aku yang lain datang di malam itu
berkali-kali membujuk lewat mimpi

aku pada mimpi adalah seekor serigala
mengaum mungil pada bulan
menangkap api malam
dan melungkrahkan suara ke tepian

aku dan diriku yang lain menyaru
angka-angka merangkum gelisah
di penanggalan tahun ini
meski dinding indra tak terlampaui
oleh kata yang menari
dunia batas terakhir cinta akan abadi
dalam ritus diri

2020

 

Rajah II

sebetulnya sudah lama curiga
pada cinta pura-pura
pandai menyimpan pisaunya
di sebalik dada
tempat seratus lelaki dikenangnya

aku terpesona gundukan itu
aku lupa bertanya
di situ mautku meraung lapar
ingin membunuhku
dengan getir-getah putih

berkali-kali kutangkal hasratku
berkali-kali aku mati bunuh diri
kini, kau sudah kutolak sebagai hantu
kata-kata sekali lagi kubakar sebagai dupa
membuang sepiku bubar ke belantara

2020

 

Nyeberang

aku nyeberang ke dunia
di mana tidak ada apapun selain kata
tidak siapapun selain aku

di atas tanahnya
kubuat rumah berkain langit
berdinding angin tempat waktu
kugantungkan di sisi tubuhku
yang teramat kedinginan

hujan itu menancapi sepi
mengugurkan daun kenangan
dan udara pilu masuk mencapai
di dadaku

2020

 

Potret Di Dinding

potret di dinding mengantarmu jauh
kepada diriku yang murung, yang asing
saat hujan luruh berpuluh-puluh juta titik
memecahkan diriku jadi detik-detik
yang menyebar bergenangan di dadamu
alangkah berkabung rindu
sedang di samping kasur tidurmu
lelaki selainku
tengah meringkuk beku

2020

 

Hantu II

seperti ada yang rapuh dan
kita terus memilih menjadi boneka
bersembunyi dan tersembunyi dalam hampa
kita tak ada, kata menunjukkan ketiadaannya

seperti kata-kata berharmoni dalam sajak
mengikut naluri pengucapan
terdengar pintu kamar terkuak
dada kita terbuka sebagai alam liar
tempat waktu ditandai seperti hantu

2020

 

Khanafi lahir pada 4 Maret 1995 di Banyumas, JawaTengah. Puisi-puisinya tersiar di beberapa media baik koran lokal atau daring, seperti linikini.id, tembi.net, litera.co.id, sastrabiem.co, Radar Banyuwangi, Radar Banyumas, serta tergabung dalam buku antologi puisis seperti; Antologi Puisi Negeri Bahari dan Negeri Pesisiran: Dari Komunitas Negeri Poci, Hujan Di Bulan Purnama: Tembi Rumah Budaya, Senyuman Lembah Ijen, Epitaf Kota Hujan, Matahari Di Bumi Blambangan: Cerpen & Puisi Pilihan Jawa Pos Radar Banyuwangi 2018,dan lain-lain. Sekarang ia tinggal di Purwokerto. Bisa dihubungi melalui email afisaja043@gmail.com atau no WA 0882-3284-0466.

Category
Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×