Butet Kartaredjasa

Para Sahabat Teater Dinasti Yogyakarta Bertemu dalam Pantun di Youtube Sastra Bulan Purnama

Selama pendemi covid-19 belum selesai, Sastra Bulan Purnama (SBP), yang diselenggarakan setiap bulan, dialihkan di area digital dan diberi tambahan seri Poetry Reading from Home (PRFH). Pada SBP edisi 105, dan PRFH seri 3, yang selenggarakan, Jumat 12 Juni 2020 pukul 20.00 melalui kanal Youtube Sastra Bulan Purnama, membacakan pantun karya Simon Hate, berjudul ‘Hamba Tak Layak Menjadi Budak’.

Para pembaca yang tampil adalah teman-teman Simon Hate, yang kesemuanya pernah aktif di Teater Dinasti Yogyakarta era 1980-an, dan sekarang masing-masing memiliki aktivitas sendiri-sendiri. Mereka ada yang tinggal di Jakarta seperti Isti Nugroho dan Simon Hate. Lainnya tinggal di Yogyakarta.

Anggap saja, penampilan Butet Kartaredjasa, Agus Istijantonegoro, Isti Nugroho, Djaka Kamto dan Eko Winardi adalah upaya pertemuan secara virtual antarsahabat melalui SBP. Anggap saja juga, bahwa persahabatan mereka tidak pernah punah, meskipun jarang bertemu, atau intensitas pertemuan mereka tidak sekental ketika masih bersama-sama di Teater Dinasti.

Djaka Kamto

Djaka Kamto

Para penyaji tampil di tempat berbeda, setidaknya dilakukan oleh Butet Kartaredjasa, yang membacakan pantun Simon di rumahnya, di Kembaran, Bantul. Isti Nugroho membacakan puisi di tempat tinggalnya di Guntur 49, Jakarta. Hanya Djaka Kamto, Agus Istijantonegoro dan Eko Winardi yang mengambil lokasi yang sama, yakni Dusun Sumber, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta.Pantun karya Simon Hate, yang mereka bacakan, sebut saja merupakan cara masing-masing saling merawat persahabatan. Meskipun masing-masing memiliki kegiatan yang berbeda, dan jalan hidup yang tidak sama. Tetapi, dalam hal persahabatan tidak pernah luntur. Biar covid-19 yang punah, tetapi persahabatan tidak boleh punah.

Selain itu, Agus Istjanto, mengambil variasi tempat di stasiun kereta api di wilayah Rewulu, yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ketiganya memang tinggal di satu desa yang sama, dan penampilannya dilakukan di rumah Agus Istianto.

Eko Winardi

Eko Winardi

Ketiganya, Djaka Kamto, Agus Istijantonegoro dan Eko Winardi, selain sama-sama aktif di Teater Dinasti, setelah tidak aktif di teater tersebut, mereka berkumpul dalam satu komunitas yang diberi nama KTRI (Kelompok Teater Rakyat Indonesia). Di Lembaga ini, Simon Hate bisa dikatakan menjadi nakhodanya. Mereka berempat bergulat melalui teater rakyat untuk melakukan apa yang, ketika itu disebut sebagai proses penyadaran, dan teater adalah media yang digunakan.

Di Jakarta, Simon dan Isti masih sering bertemu. Bahkan ketika peluncuran buku puisi Simon Hate, yang berjudul ‘Hursa’ dilakukan di Komunitas Budaya Guntur 49, satu komunitas yang dikelola oleh Isti Nugroho. Dalam peluncuran buku puisi ini, Butet Kartaredjasa hadir untuk membacakan puisi-puisi karya Simon Hate.

Isti Nugroho

Isti Nugroho

Jadi, meskipun lama tidak saling bertemu, namun kapan ada waktu untuk bertemu, masing-masing akan meluangkan waktu untuk saling bersapa: bisa lewat Whatsapp atau sms, atau bahkan kontak langsung melalui telepon.

Anggap saja, penampilan mereka di Sastra Bulan Purnama membacakan pantun karya Simon Hate, merupakan pertemuan mereka secara virtual, karena tidak bisa bertemu secara langsung, akibat pendemi covid-19, yang membuat setiap orang saling membuat jarak. Padahal, sebetulnya, jadwal Sastra Bulan Purnama edisi 105, yang diselenggarakan Jumat, 12 Juni 2020 memang jadwalnya KTRI untuk membacakan karya Simon.

“Eko, bagaimana KTRI bisa tampil di Sastra Bulan Purnama sesuai jadwal yang sudah disepakati, tetapi penampilannya dialihkan di Youtube?” tanya saya pada Eko Winardi, yang sekaligus bertindak sebagai sutradara dalam penampilan kali ini.

KRT. Agus Istijantonegoro

KRT. Agus Istijantonegoro

“Oh, jadi pak Ons, ini naskah sudah siap, dan kami akan tampil tidak menjemukan. Akan kita olah sebagaimana pertunjukan,” jawab Eko Winardi.

Dan, apa yang dijanjikan Eko Winardi sudah terlaksana Jumat 12 Juni 2020, di kanal Youtube Sastra Bulan Purnama. (*)

Category
Tags

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×