Puisi Lies Wijayanti

Resolusi

Purnatugas dari dua entitas
Adalah sebenar-benar karunia bebas
Tatkala ditanya mengenai resolusi
Jawabku santai : “mengurus diri sendiri”

Membenahi serpihan rencana tertunda
Melukis langit, mengecat mega, menggapaicita
Memperbanyak porsi ibadah
Lebih banyak berada di rumah.

Jakarta, 1 Januari 2020

Pageblug

Virus itu telah mengguncang dunia
Merenggut begitu banyak nyawa
Angka paparan melejit melangit
Drastis, nyeri dada hati miris

Bagiku, pageblug adalah pepeling untuk:
Mendekat kepada Sang Pencipta                   
Meluruskan kelakuan
Mengendalikan tindakan
Memperbaiki kekeliruan

Mengurangikesalahan
Membenahi diri
Meruwatlebih baik lagi
Satu-satunya bumi.

Jakarta, 11 Juli 2020

Pagar

Pagar rumah itu kokoh
Sekokoh sikap penghuninya
Tak satupun kuasa mendobrak
Kepatuhan yang tegak

Pagar rumah itu pipih
Sepipih tubuh penghuninya
Kendati rapuh raga digerus zaman
Namun karakter kuatnya tak tergoyahkan

Pagar rumah itu rapat terkunci
Beberapa purnama ini
Penghuninya dipingit situasi
Terpidana pandeminan belum juga usai

Jakarta, Agustus 2020

Hujan September

September, hujan turun berlama-lama
Memercik mengetuk jendela kaca
Tik tik tik, ritmis bunyi menjelma
Damai jiwa dipeluk indah gita

Kilat sesekali menyela
Memotret layaknya kamera
Meski belum menjadi petir
Namun cukup membuat nyali melintir

Menderas hujan tak kunjung hilang
Dingin angin pun menyusupi belulang
Meringkuk aku, menyelimuti diri
Terhempas kembali ke alam mimpi.

Jakarta, 7 September 2020

Mejakerja

Di mejakerja, cita dan impian berserakan
Pemikiran menggunung tak beraturan
Temali strategi rekat-rekat diikatkan
Hingga rapi tersusun perencanaan

Tahapan demi tahapan
Rencana dijabarkan
Dilaksanakan sesuai sasaran
Dipantau dan dinilai hingga paripurna

Di mejakerja, benang ide silih berganti
Dipintal saling berjalin menjadi lembaran makna
Di mejakerja, dilaluinya masa demi masa
Ditempanya angan menjelma karyanyata

Jakarta, 25 Oktober 2020

Lies Wijayanti

Lies Wijayanti SW lahir di Kudus, 17 April.  Menulis puisi sejak remaja namun tidak disimpan. Bukunya bertajuk Mozaik (Indie Book Corner, 2014) memuat puluhan puisinya yang ditulis sejak  tahun 1979.  Ia juga menjadi kontributor sejumlah buku fiksi, yakni antologi cerpen Bianglala (Carangbook, 2010), beberapa buku puisi yang diterbitkan oleh Raya Kultura Press : Saujana (2014), Gita Negara Bumi Ilir (2014), Perjalanan (2015) serta Resonansi Tiga Hati (Grasindo, 2016). Lies menyertakan lima puisi dalam buku Mata Air Hujan di Bulan Purnama (Tonggak Pustaka bekerjasama dengan Tembi Rumah Budaya, 2020). Beberapa puisinya telah dimusikalisasi oleh Duo DoA (Kangen dan Desember 79, 2014); Katapel (Merindu, Aku Adalah Puisi, Kepada Bumi Renta dan Sayap-sayap Kecil, 2018), Rio Rizuma (Angsa Putih, Edelweiss Putih Aku Rindu, 2019). Puisi Sayap-sayap Kecil ditulis tandem bersama sahabatnya Roy Sparringa.

Category
Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×