Dewan Kesenian Jakarta Luncurkan DKJ Net dan Situs Kritik Sastra Tengara.id

Berbagai kegiatan yang masih dibatasi dengan PPKM (Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat) akhirnya membuat semua kalangan beradaptasi, salah satunya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang beradaptasi ke platform digital untuk memelihara hubungan dengan masyarakat yaitu peluncuran DKJ Net dan situs kritik sastra Tengara.id. Dua situs baru tersebut merupakan wujud pemanfaatan media online sebagai produksi pengetahuan, ruang percakapan dan menjalankan tugas reflektif.

Danton Sihombing, Ketua DKJ dalam siaran pers yang diterima tembi mengatakan DKJ Net adalah salah satu inisiatif kolaboratif lintas komite yang berfungsi sebagai pengembangan lebih lanjut dari kanal-kanal luaran DKJ yang telah eksis sebelumnya. Melalui DKJ Net, DKJ berupaya mengembangkan dan meluaskan “Suara Jerni dari Cikini” dalam khazanah ragam pemikiran dan perspektif seni budaya di Indonesia dan dunia.

Dalam DKJ NET, menurut Danton, ragam luaran pengetahuan dalam kemasan feature audio visual, acara bincang, maupun kurasi kearsipan akan tersedia. Itu semua bisa berbentuk video dan podcast dengan perspektif khas DKJ akan tumbuh dan bernaung di DKJ NET.


“Selain itu, DKJ sekaligus menjadi akses publik tambahan untuk produksi pengetahuan dalam jejaring konten digital kami,” tambahnya. Sebagai langkah awal, konten yang diproduksi DKJ Net akan berpijak daru bahan yang selama ini telah ada di/dari/melalui DKJ. Platform dan konten ini nantinya akan berkesinambungan serta bersinergi dengan jejaring produksi konten dari komunitas dan simpul-simpul dalam ekosistem seni di Jakarta dan dimana pun.

Sementara situs kritik sastra Tengara.id adalah upaya lanjutan DKJ untuk mengisi kelangkaan pertumbuhan kritik sastra dalam kehidupan kesusatraan Indonesia. Menghidupkan tradisi kritik sastra, terlebih-lebih yang bermutu, baik melalui undangan menulis, sayembara maupun atas upaya mandiri seorang kritikus, adalah juga upaya yang sama pentingnya dengan menumbuhkan karya sastra,” tulis keterangan DKJ.

Melalui situs kritik sastra Tengara.Id, DKJ mengundang dan menantang kemunculan kritik sastra agar terjadi pembicaraan di antara sastrawan. Situs Tengara.Id diampu oleh Komite Sastra DKJ periode 2020-2023 oleh Hasan Aspahani, Yusi Avianti Pareanom, Ben Sohib, Jaronah Abdullah, dan Avianti Armand.

Tengara.Id bakal dipimpin oleh dua orang editor yang bertanggungjawab. Untuk setahun ke depan, Zen Hae dan Martin Suryawijaya bakal mengepalai situs tersebut, dengan Dewi Kharisma Michellia sebagai pelaksana penuh. Setiap terbitan secara berkala tiap 4 bulan sekali akan mengangkat satu tema atau tajuk tertentu.

“Kami berharap setelah Sayembara Novel, Sayembara Manuskrip Puisi, Sayembara Penulisan Cerita Anak, Sayembara Kritik Sastra, dan Jakarta International Literary Festival, Tengara.Id menjadi platform yang bisa memberikan kontribusi di perkembangan sastra Indonesia,” tulis keterangan pers.

Category
Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×