LAPISAN TANAH DAN LINGKUNGAN PURBA SANGIRAN

 

Sangiran merupakan sebuah situs manusia purba yang terletak di lereng barat laut gunung Lawu, tepatnya berada di kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah. Luas situs Sangiran lebih kurang 56 km2, pada sebuah cekungan alam yang dikenal dengan nama Depresi Solo (Solo Depression), dan dikelilingi oleh perbukitan. Di sebelah selatan terdapat jajaran Pegunungan Selatan dan di sebelah utara terdapat jajaran Pegunungan Kendeng.

Lapisan tanah situs Sangiran tersusun oleh lapisan tanah berumur lebih dari 2,4 juta tahun yang lalu, yang diendapkan secara tidak terputus. Lapisan paling tua adalah endapan lempung biru. Pada endapan ini ditemukan fosil moluska laut bercangkang tebal. Adanya fosil ini menunjukkan bahwa wilayah Sangiran pernah berupa laut yaitu sekitar 2,4 juta tahun lalu. Di depan Sangiran muncul pulau-pulau vulkanik yang ditempati gunung api (Lawu purba, Merapi purba, Merbabu purba). 

Peningkatan aktifitas vulkanisme menyebabkan Sangiran yang semula lautan terbuka berubah menjadi lingkungan transisi antara laut ke darat (1,8-1,6 juta tahun yang lalu). Adapun fosil yang ditemukan pada masa ini antara lain gigi hiu, tempurung penyu dan cangkang kerang. Aktivitas vulkanisme yang terus berlangsung menyebabkan tumpukan material vulkanisme perlahan-lahan menghubungkan pulau-pulau vulkanis menjadi sebuah daratan. Lingkungan Sangiran berubah menjadi rawa-rawa berair payau (1,6-0,9 juta tahun lalu). Daratan meluas, sungai berserta anak sungai mulai berkembang. Fosil manusia purba telah ditemukan pada formasi ini. 

Sekitar 900.000 tahun lalu terjadi erosi di Pegunungan Selatan dan Pegunungan Kendeng yang menghasilkan pecahan gamping batu kerakal kerikil. Material tersebut bercampur aduk dan diendapkan secara luas menghasilkan endapan gamping konglomeratan yang sangat keras. Endapan grenzbank (900.000-730.000) ini menandai perubahan lingkungan pengendapan, dari lingkungan rawa menjadi lingkungan  darat. 

Periode 730.000-250.000 tahun lalu terjadi peningkatan aktivitas gunung api yang menghasilkan jutaan meter kubik vulkanik. Sungai-sungai yang membawa material tersebut menutupi endapan grenzbank. Letusan gunung api menghasilkan endapan abu vulkanik di antara endapan tebal pasir silang-siur pada formasi Kabuh. Pada endapan ini ditemukan fosil manusia purba + artefak serta  fosil binatang. 

Sekitar 250.000 tahun yang lalu terjadi pengangkatan daratan hingga menyebabkan erosi di permukaan. Letusan hebat gunung api menghasilkan lahar membentuk breksi laharik yang diendapkan di atas bidang erosi, membentuk endapan konglomerat. Masa keemasan Sangiran mulai pudar ketika daratan tererosi, sungai mengering, iklim panas dan kering, banjur bandang (saat hujan) dan hujan abu vulkanik. Kondisi ini membuat manusia purba mau pun binatang tersingkir atau menyingkir.

Judul   : Lapisan Tanah dan Lingkungan Purba Sangiran

Penulis   : Suwita Nugraha, Wulandari, Iwan SB

Penerbit   : BPSMP Sangiran, 2020, Sangiran

Bahasa   : Indonesia

Jumlah halaman : 20

Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×