Cakepung Ansambel Vokal Bali

Mengenal Cakepung, Ansambel Vokal Bali

Cakepung adalah seni pertunjukan yang merupakan perpaduan antara seni sastra, teater, tari dan karawitan. Cakepung dapat disebut sebagai ‘ansambel musik vokal’ atau ‘akapela tradisional’, yang melibatkan unsur pokok seni resitasi. Hal ini berdasarkan pembacaan naskah yang selalu direspons dengan musik vokal sebagai peniruan bunyi instrumen gamelan, serta diiringi dengan instrumen rebab dan suling. Naskah pokok dalam Cakepung adalah Lontar Monyeh.

Cakepung mengandung penggambaran historis tentang rekaman peristiwa kehidupan di masa lampau. Ungkapan-ungkapan dalam bentuk kata-kata, gerak-gerak simbolis, mengisyaratkan tentang eksistensinya yang konon mengingatkan peristiwa perang antara kerajaan Karangasem dengan kerajaan Lombok. Dalam perang ini Lombok kalah, sehingga Karangasem menguasai Lombok. Cakepung lahir sebagai akulturasi/perpaduan antara kebudayaan Lombok dan Bali (Karangasem).

Sebagai bentuk kesenian rakyat, Cakepung merefleksikan perwatakan yang tidak jauh dengan realitas sosial masyarakat pendukungnya. Secara eksternal, Cakepung bersifat komunal (milik dan kebutuhan bersama), sosial (rasa solidaritas, hiburan yang murah meriah), spontan (dapat dilakukan sewaktu-waktu), fleksibel (durasi pementasan dapat diatur, misal berdasarkan tempat, waktu, keadaan).

Secara internal, Cakepung bersifat emosional (ekspresi yang muncul adalah ungkapan dari rasa sedih, gembira, marah dan lainnya, yang tak jarang membuat penonton ikut larut di dalamnya), fisikal (dapat ditangkap oleh indra, baik visual atau yang terlihat, maupun auditif atau yang terdengar), spiritual (memberi siraman rohani), intelektual (dapat merangsang pikiran untuk memaknai). Dalam pementasan, Cakepung tidak dapat dipisahkan dengan ruang dan waktu, tempat pertunjukan, cerita yang diambil, serta pelaku dengan busana dan riasnya.

Judul: Cakepung, Ansambel Vokal Bali
Penulis: I Komang Sudirga
Penerbit: Kalika Press, 2005, Yogyakarta
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: xx + 292 Koleksi Perpustakaan Tembi Rumah Budaya

Tags

No responses yet

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    ×